Di tengah era globalisasi yang semakin terbuka, persaingan dunia usaha tidak lagi hanya terjadi antarperusahaan lokal, tetapi juga melibatkan perusahaan asing yang masuk ke berbagai sektor industri. Kondisi ini menuntut setiap perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas, daya saing, dan standar operasional agar mampu bertahan sekaligus berkembang.
PT Petrogas Wira Jatim (PWJ) menjadi salah satu perusahaan yang terus berupaya memperkuat posisinya dalam menghadapi tantangan tersebut. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang migas, energi, kepelabuhanan, serta layanan pendukung industri, PT PWJ berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaan, baik dari sisi internal maupun eksternal.
PT Petrogas Wira Jatim merupakan anak usaha dari PT Petrogas Jatim Utama (Perseroda). Perusahaan ini menjalankan berbagai kegiatan usaha di bidang pelayanan barang dan jasa, termasuk jasa konsultan, penyediaan tenaga kerja, pelayanan pelabuhan lepas pantai minyak dan gas bumi, transportasi darat, hingga layanan shorebase untuk kebutuhan industri migas.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan PT PWJ adalah memperkuat sistem manajemen perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses kerja berjalan lebih tertata, profesional, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Perusahaan juga terus memastikan bahwa proses operasional dan layanan yang diberikan telah memenuhi komitmen terhadap regulasi lingkungan, pencegahan pencemaran, serta prinsip perbaikan berkelanjutan.
Selain itu, PT Petrogas Wira Jatim juga menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 sebagai bagian penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Penerapan K3 menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh karyawan maupun pihak yang terlibat dalam aktivitas kerja perusahaan.
Dalam periode 2015 hingga 2018, PT PWJ telah menerapkan sistem manajemen berbasis standar internasional, yaitu ISO 9001:2008, ISO 14001:2005, dan OHSAS 18001:2007. Seiring perkembangan standar global, sistem tersebut kemudian diperbarui menjadi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018.
Pada tanggal 27–28 Mei 2019, PT Petrogas Wira Jatim menjalani proses audit internal The International Organization for Standardization (ISO) yang dilaksanakan di Jakarta. Audit tersebut dilakukan oleh badan sertifikasi PT Evodia Global Sertifikasi (EGS).
Audit ini mencakup beberapa sistem manajemen penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Quality Management System, ISO 14001:2015 untuk Environmental Management System, serta ISO 45001:2018 untuk Occupational Health and Safety Management System.
Ruang lingkup audit meliputi penyediaan transportasi darat, konsultansi perbaikan SOP, pengerahan tenaga ahli, penyediaan layanan transportasi darat, serta layanan kepelabuhanan migas atau shorebase services. Cakupan ini menunjukkan bahwa PT PWJ terus berupaya menjaga kualitas layanan pada berbagai lini operasional perusahaan.
Pada 26 Juni 2019, PT Petrogas Wira Jatim dinyatakan lulus dalam proses audit tersebut. Perusahaan kemudian memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018 dengan masa berlaku hingga 25 Juni 2022.
Prosesi penyerahan sertifikat dilaksanakan pada 8 Juli 2019. Sertifikat diserahkan oleh Direktur Utama PT Evodia Global Sertifikasi, Ibu Umi Fadhila, kepada Direktur PT Petrogas Wira Jatim, Bapak Tedi Mulyadi.
Penyerahan sertifikat tersebut turut disaksikan oleh perwakilan pemegang saham PT PWJ, yaitu Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama, Bapak Warno Harisasono, serta Komisaris PT Petrogas Wira Jatim, Bapak H. Abdul Mujib Imaby. Acara berlangsung di kantor PT PWJ yang berlokasi di The Bellezza Office Tower Lantai 11, Permata Hijau, Jakarta.
Pencapaian sertifikasi ini menjadi bukti komitmen PT Petrogas Wira Jatim dalam menerapkan standar manajemen mutu, pengelolaan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan penerapan standar tersebut, PT PWJ terus memperkuat pondasi perusahaan agar mampu memberikan layanan yang profesional, terpercaya, dan berdaya saing di sektor migas, energi, kepelabuhanan, dan jasa penunjang industri.